Hal Penting Yang Harus Dimiliki Oleh Pendidik

peranan orang tua dalam pendidikan anak

Dalam dunia pendidikan anak, yang bertugas menjadi pendidik bukan hanya guru di sekolah melainkan juga orang-tua. Justru orang tualah yang mempunyai andil terbesar dalam proses pendidikan anak.

Semenjak terjun langsung di dunia homeschooling, ketertarikan saya akan bidang pendidikan anak menjadi lebih dalam. Saya menjadi lebih banyak membaca buku-buku tentang pendidikan anak serta membaca website ilmiah tentang pendidikan anak.

peranan orang tua dalam pendidikan anak

Hari ini saya telah membaca sebuah artikel mengenai hal penting yang harus dimiliki pendidik, banyak sekali hal yang perlu dimiliki, tapi saya mencatat tiga point penting. Point tersebut adalah:

  1. Adjust teaching strategy and lesson plan to cater student’s need
  2. Always improve the effectiveness of our teaching
  3. Treat standardized test as a target for student (or as essential gauge of student)

Saya mohon maaf kalo bahasanya campur dengan bahasa Inggris, sebab saya ingin menulis tulisan aslinya. Biarlah yang membaca menafsirkan sendiri apa yang terkandung dalam kalimat di atas.

Oleh karena ini multitafsir, izinkanlah saya menuliskan poin di atas sesuai dengan pemahaman saya. Berhubung tulisan di blog ini adalah dokumentasi saya, jadi saya tulis berdasarkan pemikiran saya.

pendidik/pengajar harus memiliki kompetensi ini

Tafsir Poin pertama

Saya akan mulai dengan point pertama.

Sebagai pengajar dalam suatu proses pendidikan, biasanya kita telah menyusun lesson plan atau strategi penyampaian sebuah materi kepada anak didik.

Pendidik yang berkualitas, harus melakukan komunikasi dua arah, terutama mendengarkan secara empati apa yang diperlukan anak didik. Misalnya: si anak meminta agar sebuah materi tertentu diulang, entah karena dia sangat berminat dengan materi tersebut atau karena dia kurang mengerti apa yang disampaikan oleh pengajar.

Pendidik yang baik adalah segera menerima feed back tersebut. Jika memang anak didik kurang mengerti apa yang disampaikan oleh pendidik, maka dia mencoba metoda penyampaian yang lain dan berusaha agar si anak didik paham akan materi yang disampaikan.

Tafsir Poin kedua

Kemudian, saya akan melanjutkan bahasan pada poin kedua.

Pada poin ini seorang pendidik yang berkualitas, tidak akan terpaku dalam satu zona nyaman cara dia mengajar.

Dia selalu berusaha untuk melakukan inovasi cara dia mendistribusikan ilmunya kepada anak didik.

Dia selalu mengukur keefektifan cara dia mengajar dengan melihat dan mengevaluasi key performance indicator (KPI) yang telah dia definisikan sebelumnya.

Tafsir Poin ketiga

Terakhir adalah penafsiran poin ketiga, poin ketiga ini terkait dengan point kedua.

Salah satu cara mengukur keefektifan cara kita mengajar adalah dengan melakukan test.

Hal yang harus diingat bahwa test ini adalah untuk mengukur pemahaman anak didik.

Normalnya, hubungan antara cara pembelajaran yang efektif dengan pemahaman anak didik adalah berbanding lurus. Artinya semakin efektif proses pembelajaran yang dilalui oleh pendidik dan anak didik, maka semakin dalam pemahaman anak didik dalam memahami materi yang diajarkan oleh si pendidik.

Kesimpulan

  • Orang-tua berperan paling dominan dalam proses pendidikan anak, baik pendidikan karakter, moral, adab, akhlak, agama, dan akademisnya.
  • Jika terjadi proses pendidikan yang baik di rumahnya, maka sang anak akan baik pula mengikuti proses pendidikan akademis di sekolahnya.
  • Pendidik harus mempunyai strategi yang jelas dalam proses mendidik anak, sebagai tambahan strategi ini dapat dimodifikasi bila sangat diperlukan.
  • Selalu mengukur keefektifitasan dalam proses belajar-mengajar. Untuk itu seorang pendidik harus mempunyai KPI yang jelas sehingga tingkat efektifitasnya terukur dengan jelas.
  • Perlu adanya proses pengukuran pemahaman anak didik, salah satunya adalah dengan mengadakan test.