Pendidikan Karakter Sejak Usia Dini

buku pendidikan adab & akhlak untuk anak

Saya terkejut bukan main dikala mendengar ada permasalahan yang terjadi di sebuah sekolah yang saya anggap berkualitas. Permasalahan itu adalah adanya geng atau kelompok kelompok dan terjadinya bullying. Ternyata ada juga permasalahan karakter pada anak di sekolah itu.

Tapi bukan itu yang saya bahas dalam tulisan kali ini, melainkan tentang pendidikan karakter sejak dini.

Pendidikan karakter ditambah adab dan akhlak adalah sangat penting untuk diajarkan kepada anak sejak dini. Kita dapat melihat contoh di surat kabar, majalah, dan berita di televisi tentang kasus krisis adab.

Contohnya:

  • Ada mahasiswa perguruan tinggi negeri favorit yang berkelahi karena rebutan tempat parkir di sebuah tempat makan.
  • Ada pejabat lulusan luar negeri yang kedapatan korupsi.

Dan masih banyak lagi contoh tentang krisis moral di negeri kita.

Kesimpulannya adalah:

Pendidikan akademis itu penting, bahkan kita dianjurkan untuk memotivasi anak untuk mencapai prestasi belajar yang tinggi. Namun pendidikan adab dan akhlak lebih penting lagi, karena banyak orang yang pintar tapi sayang ia mempunyai akhlak yang buruk.

Idealnya adalah kita mendidik anak kita agar berprestasi akademis yang tinggi, juga mempunyai adab dan akhlak yang mulia.

Untuk itulah kita sebagai orang tua, selalu berikhtiar sekuat tenaga dengan memohon kepada Allah Ta’ala agar anak-anak kita mempunyai karakter yang baik, berakhlak dan adab yang mulia serta mempunyai prestasi akademis yang baik.

Salah satu ikhtiar atau usaha kita sebagai orang tua adalah membaca buku-buku yang membahas tentang pendidikan anak terutama adab sehingga kita mempunyai ilmunya dan dapat kita praktekkan di keseharian kita di rumah.

Saya berusaha membuat summary pendidikan karakter dari buku yang saya baca. Blog ini didedikasikan untuk media dokumentasi aktivitas pembelajaran kami terutama di bidang pendidikan, parenting, homeschooling. Untuk itu hasil ringkasan poin pentingnya saya tulis di blog ini.

buku pendidikan adab & akhlak untuk anak

Summary catatan tentang pendidikan adab, akhlak, dan karakter

Summary nya adalah sebagai berikut:

Sesungguhnya termasuk tujuan pendidikan adalah tumbuhnya kepribadian yang mempunyai sifat sifat mulia (akhlaq mulia) pada diri anak.

Bahkan telah disebutkan bahwa semakin dalam ilmu seseorang maka akan semakin ia takut kepada Allah.

Adapun tugas pendidik tidaklah sekedar mengisi otak otak anak didik dengan ilmu ilmu saja, bahkan lebih dari itu, seorang pendidik harus mampu menegakkan pendidikan yang mencakup pembersihan aqidah dan perilaku yang bertolak belakang dengan ajaran agama.

Seorang dapat dikatakan pendidik yang sukses jika dia menjadikan ucapan dan perilaku anak didik bersandar kepada petunjuk nabawi yang shahih.

Di dalam surat At Tahrim, Allah Ta’ala berfirman yang artinya kurang lebih

Wahai orang orang beriman! Peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka

Ali bin Abi Thalib radhiallahu ‘anhu berkata tentang ayat ini,”Ajarilah mereka ilmu dan didiklah mereka adab.”

Alhamdulillah, saya telah mendapatkan buku referensi mengenai adab, jadi kumpulan referensi itu saya jadikan kurikulum untuk keseharian anak anak saya. Di dalam buku tersebut, ada teori beserta contoh praktisnya sehingga teori yang saya rangkum di atas dapat dipraktekkan di rumah.

Memang tidak mudah untuk menjalaninya, tetapi itu bukan alasan untuk berhenti berusaha menanamkan akhlaq yang mulia serta membiasakan karakter yang baik kepada anak anak.

Contoh kasus pembiasaan adab dan akhlak yang baik

Contohnya, si Ahmad ketika asyik makan, kadang kadang menggunakan tangan kiri, In syaa Allah saya akan konsisten mengingati dia makan dengan tangan kanan.

Dengan pembiasaan makan dengan tangan kanan, maka diharapkan nanti ia melakukan itu secara alami karena ia sudah terbiasa sejak kecil.

Contoh yang kedua, ia sering diam saja ketika ada yang mengucapkan salam kepadanya. Ketika menjumpai kejadian ini, saya mengingatkan ia untuk menjawab salam.

Walaupun begitu, Alhamdulillah ada kemajuan yang dicapai, dia sudah mau menjawab salam (sebelumnya diam sama sekali ketika ada orang yang mengucapkan salam kepada dia).

Aktivitas membiasakan diri untuk beradab dan berakhlak mulia itu tidak instan, itu adalah sebuah proses.

Pendidikan karakter adalah pendidikan jangka panjang, bukan pendidikan bersifat instan seperti pemain sulap yang berkata sim salabim, jadilah dia anak yang berakhlaq baik.

Perlu perjuangan, doa, dan kesabaran untuk memetik buah manisnya.